HPK

mesothelioma survival rates,structured settlement annuity companies,mesothelioma attorneys california,structured settlements annuities,structured settlement buyer,mesothelioma suit,mesothelioma claim,small business administration sba,structured settlement purchasers,wisconsin mesothelioma attorney,houston tx auto insurance,mesotheliama,mesothelioma lawyer virginia,seattle mesothelioma lawyer,selling my structured settlement,mesothelioma attorney illinois,selling annuity,mesothelioma trial attorney,injury lawyer houston tx,baltimore mesothelioma attorneys,mesothelioma care,mesothelioma lawyer texas,structered settlement,houston motorcycle accident lawyer,p0135 honda civic 2004,structured settlement investments,mesothelioma lawyer dallas,caraccidentlawyer,structured settlemen,houston mesothelioma attorney,structured settlement sell,new york mesothelioma law firm,cash out structured settlement,mesothelioma lawyer chicago,lawsuit mesothelioma,truck accident attorney los angeles,asbestos exposure lawyers,mesothelioma cases,emergency response plan ppt,support.peachtree.com,structured settlement quote,semi truck accident lawyers,auto accident attorney Torrance,mesothelioma lawyer asbestos cancer lawsuit,mesothelioma lawyers san diego,asbestos mesothelioma lawsuit,buying structured settlements,mesothelioma attorney assistance,tennessee mesothelioma lawyer,earthlink business internet,meso lawyer,tucson car accident attorney,accident attorney orange county,mesothelioma litigation,mesothelioma settlements amounts,mesothelioma law firms,new mexico mesothelioma lawyer,accident attorneys orange county,mesothelioma lawsuit,personal injury accident lawyer,purchase structured settlements,firm law mesothelioma,car accident lawyers los angeles,mesothelioma attorneys,structured settlement company,auto accident lawyer san francisco,mesotheolima,los angeles motorcycle accident lawyer,mesothelioma attorney florida,broward county dui lawyer,state of california car insurance,selling a structured settlement,best accident attorneys,accident attorney san bernardino,mesothelioma ct,hughes net business,california motorcycle accident lawyer,mesothelioma help,washington mesothelioma attorney,best mesothelioma lawyers,diagnosed with mesothelioma,motorcycle accident attorney chicago,structured settlement need cash now,mesothelioma settlement amounts,motorcycle accident attorney sacramento,alcohol rehab center in florida,fast cash for house,car accident lawyer michigan,maritime lawyer houston,mesothelioma personal injury lawyers,personal injury attorney ocala fl,business voice mail service,california mesothelioma attorney,offshore accident lawyer,buy structured settlements,philadelphia mesothelioma lawyer,selling structured settlement,workplace accident attorney,illinois mesothelioma lawyer

Menu Navigasi

Santo Purnama Produksi Alat Tes C0r0na, 10 Menit Sudah Diketahui Hasilnya

Pak, informasi mengenai Santo Badar itu hoaks ataupun bukan?

Banyak sekali persoalan semacam itu masuk ke DI’ s Way. Kenapa hebat sekali putra Indonesia itu? Kenapa dapat menciptakan perlengkapan test C0V1D- 19 yang unggulnya bukan bermain? Akurasinya dapat menggapai 92 persen. Prosesnya sedemikian itu kilat–hasilnya telah dikenal cuma dalam 10 menit.

Biayanya sedemikian itu ekonomis–dibanding test swap yang di atas Rp 1 juta.

Aku juga berasumsi: kenapa terdapat persoalan hoaks ataupun bukan?

Oh… Nyatanya berita- berita itu tidak terdapat yang berasal langsung dari Santo Badar.

Pula sebab tidak banyak dikisahkan siapa Santo Purnomo. Sangat cuma diucap beliau orang Indonesia. Sempat sekolah di Purdue University serta Stanford University.

Orang juga penasaran: siapa beliau? Dari kota mana beliau? Benarkah beliau penemunya?

Profit lagi lockdown. Jika tidak aku juga tidak hendak dapat menciptakan siapa Santo Badar. Dibutuhkan jalur berliku buat menciptakannya.

Bertemu!

Santo bermukim di Silicon Valley, California.

Tetapi ini telah nyaris jam 12. 00 malam–waktu California. Aku juga mikir- mikir: aku mendatangi saat ini ataupun esok saja.

Wajib saat ini–siapa ketahui esok telah terlambat. Begitulah ajaran lama aku.

Gimana jika beliau telah tidur? Tidakkah mengusik tidurnya? Tidakkah beliau sebel menyambut telepon selarut malam semacam itu?

Aku juga ingat durasi jadi atasan sidang pengarang dahulu. Aku kerap memohon reporter menghadiri pangkal informasi dikala jam telah jam 23. 00 lebih.

Sang reporter pasti sungkan. Kenapa wajib tanya jawab dengan orang yang serupa lagi. Kan malu.

Aku ketahui, sang reporter pula enggan–sudah tengah malam. Dapat dikira mengusik orang tidur.

Tetapi sang reporter pula ketahui karakter aku. Jika beliau tidak ingin pergi, aku hendak pergi sendiri.

Aku merasa tanpa bonus tanya jawab informasi itu terasa terdapat yang‘ berlubang’. Pembaca hendak kecewa jika‘ lubang’ itu tidak ditutup.

Sang reporter juga pergi. Pasti hatinya berat. Tetapi betul begitulah jadi reporter.

Beliau sukses. Dikala kembali ke kantor aku tepuki pundaknya. Aku berteriak keras di ruang sidang pengarang itu.“ Sahabat kita sukses,”–agar yang lain turut besar hati padanya.

“ Aku wajib mengetuk pintu rumahnya lama sekali,” tuturnya sembari senyum penuh kebesarhatian.

Kemarin, dikala aku ingin mewawancari Santo itu, aku ingat kembali reporter itu. Aku ingat mimik muka mukanya. Serta body language- nya. Paling utama dikala dengan berat beliau toh pergi pula. Serta sukses.

Belum terdapat handphone dikala itu.

Saat ini telah lezat. Jika juga aku sukses mewawancari Santo, senantiasa takluk dengan reporter itu. Aku kan tidak butuh naik motor ke California. Aku pula tidak butuh mengetok- ngetok pintu rumah Santo Badar.

Aku bermukim memasok WA buat memberitahukan diri. Diiringi satu persoalan pembuka.

“ Hi Pak Dahlan. Damai tahu,” jawab Santo Badar mendadak itu pula.

Kosong.

Aku tidak hendak ditertawakan mantan reporter aku.

Terdapat tekniknya: persoalan awal reporter wajib semacam apa. Supaya pangkal informasi ingin merespons.

Metode itu aku rahasiakan di mari–tapi Najwa Shihab ketahui itu. Tua aku di TEMPO, Karni Ilyas, pula ketahui itu.

Hingga Santo juga menanggapi WA aku itu.

Beliau membetulkan seluruh informasi yang telah tersebar itu. Berarti bukan hoaks. Beliau betul- betul orang Indonesia. Betul pula beliau sanggup memproduksi perlengkapan test C0V1D- 19 yang menang itu. Yang akuratnya hingga 92 persen itu. Yang hasilnya dikenal kilat itu. Yang biayanya cuma USD 10( dekat Rp 160. 000) itu.

“ Tahun berapa Kamu menciptakan itu,” pertanyaan aku.

“ Aku bukan menciptakan. Lol…it’ s not an invention,” jawabnya.

Oh, agaknya beliau lebih senang jika dalam bahasa Inggris. Hingga aku simak mood pikirannya.

“ So…..?“ catat aku.

Belum lagi terkirim persoalan itu telah timbul lagi buntut WA- nya.

“ Nomor one individu invented this. It’ s like, say, ban cakra,” tuturnya.

Oh iya. Siapa betul yang menghasilkan cakra? Ataupun ban cakra?

Arti Santo nyata: perlengkapan uji semacam itu ialah buatan berkepanjangan. Yang bertambah tahun bertambah dapat disempurnakan oleh siapa saja.

“ Banyak orang dahulu membuat cakra buat 30. 000 mil– 40. 000 mil. Aku membuat ban itu buat 92. 000 mil,” guraunya.

Santo pula menarangkan kalau beliau bukan orang yang menghasilkan perlengkapan uji itu. Kunci kebolehan sistem uji ini bukan pada perlengkapan. Tetapi pada enzimnya.

Lagi alatnya bukan perihal yang butuh dibahas.

“ Kamu kan electrical engineer. Lagi enzim itu kan pertanyaan kimia,” tukas aku.

Durasi mengajukan persoalan itu aku ingat satu pustaka kalau Santo merupakan alumni Purdue University aspek riset electrical engineering. Warnanya pustaka aku itu salah.

Beliau juga merasa wajib meluruskan.

“ I’ meter computer guy lol,” tuturnya. Separuh keluhan.

Santo lolos Purdue University pada 1995. Berarti usianya saat ini dekat 45 tahun. Bertepatan sebagian kali aku sempat melalui dekat Purdue University di negeri bagian Indiana itu. Sebagian sahabat aku pula alumni Purdue.

Dari Purdue itu Santo melanjutkan kuliah ke Stanford University. Ialah universitas tingkat penting yang terdapat di California.

Di Stanford, Santo sealiran dengan penggagas Google serta startup yang lain–- yang memanglah lagi berjangkit dikala itu.

Orang berumur Santo cuma membantu beberapa biaya kuliahnya itu. Santo sendiri yang wajib mencari tambahannya. Beliau memiliki otak bidang usaha–seperti yang diakui sahabatnya.

Keluarga Santo memanglah pebisnis. Kakaknya memiliki bidang usaha nikel, batubara, serta banyak lagi.

Walaupun memiliki darah Tionghoa, Santo telah angkatan keempat di Indonesia. Kakeknya juga telah kelahiran Aceh. Kemudian ayahnya alih ke Ajang.

Di Medan- lah Santo lahir. Tetapi kala sedang kecil beliau telah dibawa alih ke Jakarta. Sebab itu sekolahnya juga di Jakarta.

Santo merupakan alumnus SMA Ibu Batin Bersih di Jakarta–dekat Grogol itu.

Sepanjang ini Santo telah berbisnis di aspek perlengkapan kesehatan. Di Amerika situ. Misalnya perlengkapan uji diabet serta air kemih. Beliau terletak dalam satu regu dengan temannya yang generasi India: Shripal Gandhi. Ialah alumni Mumbai University di aspek kimia.

Kala C0V1D- 19 menggila Santo serta Gandhi memproduksi perlengkapan uji buat itu.

Julukan produknya itu:‘ Sensing Self’.

Julukan itu memiliki arti kalau Kamu tidak butuh dahulu ke dokter. Tidak butuh dahulu ke lab. Lumayan melaksanakan uji sendiri di rumah tiap- tiap.

Bila perlengkapan uji C0V1D- 19‘ Sensing Self’ itu masuk Indonesia? Supaya terus menjadi banyak orang Indonesia yang melaksanakan uji–sebagai metode terbaik menghadang meluasnya C0V1D- 19?

“ Kita telah memiliki agen lokal di Indonesia. Pasti sedang wajib mendapatkan permisi membentar dari penguasa Indonesia,” ucap Santo.

Buat Eropa‘ Sensing Self’ telah menemukan persetujuan. Begitu pula India.

India merupakan pasar terbanyak‘ Sensing Self’. Dengan harga USD 10 negeri berpenduduk besar semacam Indonesia serta India amat tertolong.

“ Our mission is to democratize the health lab tests so it’ s easily and affordably accessible to all,” ucap Santo.

Jadi yang hendak dibuat‘ Sensing Self’ itu merupakan kertas berenzim. Sedikit darah disentuhkan ke kertas itu. 10 menit setelah itu telah ketahui: positif ataupun minus.

Kertas berenzim itu dibungkus plastik–agar nyaman. Kemudian terdapat packaging- nya. Seluruh itu hendak digarap di Cina.

Kesimpulannya aku memohon maaf. Telah sangat malam di California dikala itu.

“ Good night,” catat aku.

“ Would love to chat more with you,” tulisnya.(*)



( sumber: https:// pojoksatu. id/ lipsus/ 2020/ 04/ 11/ santo- purnama- produksi- alat- tes- C0R0NA- 10- menit- sudah- diketahui- hasilnya )
Bagikan ke Facebook

Artikel Terkait