HPK

mesothelioma survival rates,structured settlement annuity companies,mesothelioma attorneys california,structured settlements annuities,structured settlement buyer,mesothelioma suit,mesothelioma claim,small business administration sba,structured settlement purchasers,wisconsin mesothelioma attorney,houston tx auto insurance,mesotheliama,mesothelioma lawyer virginia,seattle mesothelioma lawyer,selling my structured settlement,mesothelioma attorney illinois,selling annuity,mesothelioma trial attorney,injury lawyer houston tx,baltimore mesothelioma attorneys,mesothelioma care,mesothelioma lawyer texas,structered settlement,houston motorcycle accident lawyer,p0135 honda civic 2004,structured settlement investments,mesothelioma lawyer dallas,caraccidentlawyer,structured settlemen,houston mesothelioma attorney,structured settlement sell,new york mesothelioma law firm,cash out structured settlement,mesothelioma lawyer chicago,lawsuit mesothelioma,truck accident attorney los angeles,asbestos exposure lawyers,mesothelioma cases,emergency response plan ppt,support.peachtree.com,structured settlement quote,semi truck accident lawyers,auto accident attorney Torrance,mesothelioma lawyer asbestos cancer lawsuit,mesothelioma lawyers san diego,asbestos mesothelioma lawsuit,buying structured settlements,mesothelioma attorney assistance,tennessee mesothelioma lawyer,earthlink business internet,meso lawyer,tucson car accident attorney,accident attorney orange county,mesothelioma litigation,mesothelioma settlements amounts,mesothelioma law firms,new mexico mesothelioma lawyer,accident attorneys orange county,mesothelioma lawsuit,personal injury accident lawyer,purchase structured settlements,firm law mesothelioma,car accident lawyers los angeles,mesothelioma attorneys,structured settlement company,auto accident lawyer san francisco,mesotheolima,los angeles motorcycle accident lawyer,mesothelioma attorney florida,broward county dui lawyer,state of california car insurance,selling a structured settlement,best accident attorneys,accident attorney san bernardino,mesothelioma ct,hughes net business,california motorcycle accident lawyer,mesothelioma help,washington mesothelioma attorney,best mesothelioma lawyers,diagnosed with mesothelioma,motorcycle accident attorney chicago,structured settlement need cash now,mesothelioma settlement amounts,motorcycle accident attorney sacramento,alcohol rehab center in florida,fast cash for house,car accident lawyer michigan,maritime lawyer houston,mesothelioma personal injury lawyers,personal injury attorney ocala fl,business voice mail service,california mesothelioma attorney,offshore accident lawyer,buy structured settlements,philadelphia mesothelioma lawyer,selling structured settlement,workplace accident attorney,illinois mesothelioma lawyer

Menu Navigasi

Alquran Sangat Melarang Merebut Suami Atau Istri Orang, Mau Tau Apa Akibatnya?

Dari Abî Hurairah–radhiyallâhu‘ anhu- beliau mengatakan:“ Rasulullâh– shallallâhu‘ alaihi wa sallam– berfirman:‘ Siapa membodohi serta mengganggu( ikatan) seseorang hamba sahaya dari tuannya, hingga beliau tidaklah bagian dari kita, serta siapa yang mengganggu( ikatan) seseorang perempuan dari suaminya, hingga beliau tidaklah dari kita”.[Hadîts shahîh diriwayatkan oleh Ahmad, Al- Bazzâr, Ibn Hibbân, Al- Nasâ-î dalam al- Kubrâ serta Al- Baihaqî].

Bacaan Hadîts

Rasulullâh–shallallâhu‘ alaihi wa sallam– berfirman:

عَنْأَبِيْهُرَيْرَةَ–رَضِيَاللهُعَنْهُ–قَالَ:قَالَرَسُوْلُاللهِ–صَلَّىاللهُعَلَيْهِوَسَلَّمَ-:((مَنْخَبَّبَعَبْدًاعَلَىأَهْلِهِفَلَيْسَمِنَّا،وَمَنْأَفْسَدَاِمْرَأَةًعَلَىزَوْجِهَافَلَيْسَمِنَّا))[حديثصحيحرواهأحمدوالبزاروابنحبانوالنسائيفيالكبرىوالبيهقي]

Takhrîj Hadîts

Hadîts ini diriwayatkan oleh Pemimpin Ahmad dalam Al- Musnad[juz 2, perihal. 397], Al- Bazzâr[lihat Mawârid al- Zham’ân bab 1, perihal. 320], Ibn Hibbân dalam shahîh[juz 12, perihal. 370], Al- Nasâ-î dalam Al- Sunan al- Kubrâ[juz 5, perihal. 385], serta Al- Baihaqî dalam Al- Sunan al- Kubrâ[juz 8, perihal. 13], pula dalam Syu’ abu al-Îmân[juz 4, perihal. 366, bab 7, perihal. 496].

Syekh Nâshir al- Dîn al- Albânî memperhitungkan hadîts ini bagaikan hadîts shahîh[Silsilah al- Ahâdîts al- Shahîhah hadîts nomor. 325].

Isi Hadîts

Dengan cara garis besar hadîts ini bermuatan kecaman keras kepada 2 aksi, ialah:

1. Mengusik seseorang abdi, ataupun pembantu ataupun budak yang sudah bertugas pada seseorang tuan, alhasil ikatan di antara abdi serta tuannya jadi cacat, kemudian si abdi berangkat meninggalkan tuannya, ataupun tuannya memecat serta mengusir si pelayannya.

2. Mengusik seseorang perempuan yang berkedudukan istri untuk seseorang adam, alhasil ikatan di antara suami istri itu jadi cacat, kemudian si istri itu memohon pecah dari suaminya, ataupun si suami mematahkan istrinya.

Bentuk- Bentuk Kendala serta Aksi Merusak

Terdapat beraneka ragam wujud serta metode seorang mengganggu ikatan diantara suami istri, di antara lain merupakan:

1. Berharap serta berharap pada Allâh–subhânahu wa ta’âlâ- supaya ikatan seseorang perempuan dengan suaminya jadi cacat serta terjalin perpisahan di antara keduanya.

2. Berlagak bagus, berbicara tutur manis serta melaksanakan bermacam berbagai aksi yang dengan cara badaniah bagus, hendak namun, menaruh arti mengganggu ikatan seseorang perempuan dengan suaminya( ataupun kebalikannya). Butuh kita tahu sering- kali guna- guna itu berbentuk tutur tutur yang mempunyai keahlian“ menghipnotis” rival bicaranya. Rasulullâh–shallallâhu‘ alahi wa sallam- berfirman:“ Sebetulnya beberapa dari suatu uraian ataupun tutur tutur itu merupakan betul- betul guna- guna”.( H. R. Bukhârî dalam al- Adab al- Mufrad, Abû Dâwud serta Ibn Mâjah. Syekh Albânî memperhitungkan hadîts ini bagaikan hadîts hasan[silsilah al- ahâdîts al- shahîhah, hadîts nomor. 1731]).

3. Memasukkan kata hati, kosa tutur yang bertabiat membodohi serta mengakibatkan, dan mengganggu seseorang perempuan supaya berakhir dari suaminya( ataupun kebalikannya), dengan pemikat hendak dinikahi olehnya ataupun oleh orang lain, ataupun dengan pemikat yang lain. Aksi semacam ini merupakan aksi juru guna- guna serta aksi syetan( Q. S. Al- Baqarah: 102). Rasulullâh–shallallâhu‘ alaihi wa sallam- berfirman:“ Sebetulnya Belis menaruh singgasananya di atas air, kemudian menabur anak buahnya ke bermacam arah, yang sangat dekat dengan si Belis merupakan yang keahlian fitnahnya sangat hebat di antara mereka, salah seseorang dari anak buah itu tiba kepadanya serta melapor kalau dirinya sudah melakukan demikian ini serta sedemikian itu, hingga si Belis mengatakan:‘ kalian belum melakukan suatu’, kemudian seseorang anak buah yang lain tiba serta melapor kalau ia sudah melakukan demikian ini serta sedemikian itu alhasil sanggup merelaikan antara seseorang suami dari istrinya, hingga si Belis menghasilkan si anak buah ini bagaikan orang yang dekat dengannya, serta Belis mengatakan:‘ tindakanmu amat baik sekali’, kemudian mendekapnya”.( H. R. Mukmin[5032]).

4. Memohon, ataupun menekan dengan cara lalu jelas supaya seorang perempuan memohon pecah dari suaminya ataupun supaya seseorang suami mematahkan istrinya dengan tanpa alibi yang dibenarkan oleh syari’ at. Rasulullâh–shallallâhu‘ alaihi wa sallam- berfirman:“ Tidak halal untuk seseorang perempuan memohon( pada suaminya) supaya si suami mencerai perempuan lain( yang jadi istrinya) dengan arti supaya si perempuan ini memonopli‘ piringnya’, sebetulnya hak ia merupakan apa yang sudah diresmikan untuknya”.( Hadîts muttafaq‘ alaih).

Bentuk- bentuk semacam ini amat jelek, serta tercantum kesalahan besar bila dicoba oleh seorang pada seseorang perempuan yang jadi istri orang lain, ataupun pada seseorang adam yang jadi suami orang lain.

Serta perihal ini terus menjadi jelek lagi bila dicoba oleh seorang yang memperoleh tepercaya ataupun keyakinan buat mengurus seseorang perempuan yang suaminya lagi berangkat ataupun sakit serta semacamnya. Serupa perihalnya bila dicoba oleh seseorang perempuan yang memperoleh tepercaya ataupun keyakinan buat mengurus keluarga seseorang adam yang istrinya lagi berangkat ataupun sakit serta semacamnya.

Rasulullâh–shallallâhu‘ alaihi wa sallam- berfirman:“ Keharaman perempuan( istri yang ditinggal berangkat oleh) banyak orang yang berjihad untuk banyak orang yang tidak berangkat berjihad( yang mengurus keluarga mujahid) merupakan semacam keharaman ibu- ibu mereka, serta tidak terdapat seseorang adam juga dari banyak orang yang tidak berangkat berjihad yang mengurus keluarga banyak orang yang berangkat berjihad, kemudian balik gagang pada banyak orang yang berangkat berjihad, melainkan si pengkhianat ini hendak dihentikan( serta tidak diizinkan mengarah kayangan) pada hari akhir zaman, alhasil yang dikhianati mengutip kebaikan yang balik gagang semau serta semaunya”.( H. R. Mukmin[3515]).

Salah satu wujud pengkhianatan yang diartikan dalam hadîts Mukmin ini merupakan mengganggu ikatan keluarga si mujahid, alhasil berpisah dari suaminya.

Wujud pengkhianatan yang lebih besar lagi merupakan–na’ûdzu billâh min dzâlik- bercabul dengan keluarga si mujahid.

Tercantum dalam penafsiran mujahid ini merupakan seorang yang memperoleh kewajiban ajakan, ataupun menunaikan ibadah haji ataupun umrah, ataupun berjalan yang mubah, kemudian menitipkan hal keluarganya( istri serta buah hatinya) pada orang lain. Dalam perihal ini, bila yang memperoleh tepercaya balik gagang, hingga, beliau tercantum dalam bahaya hadîts Mukmin ini.

Mirip- mirip dengan perihal ini merupakan bila terdapat seorang yang sebab kapasitasnya, bisa jadi sebab beliau merupakan seseorang figur, ataupun arahan suatu badan ataupun ajengan, ataupun ustadz, ataupun semacamnya yang diamanahi buat mendamaikan ikatan orang lain yang lagi cacat ataupun rawan cacat, hendak namun, beliau justru mencederai tepercaya ini.

Hukum Mengganggu Rumah Tangga Orang Lain

a. Hukum Ukhrawî

Para malim’ berikrar kalau hukum mengusik serta mengganggu ikatan begitu juga diartikan dalam hadîts rasul di atas merupakan tabu( amati al- mausû’ ah al- fiqhiyyah, pada ayat takhbîb), hingga siapa saja yang melaksanakannya, hingga beliau memperoleh kesalahan serta diancam aniaya di neraka.

Apalagi Pemimpin Al- Haitsamî mengkategorikan aksi kesalahan ini bagaikan kesalahan besar.

Dalam kitabnya Al- Zawâjir‘ an Iqtirâf al- Kabâir dia mengatakan kalau kesalahan besar yang ke 257 serta 258 ialah mengganggu seseorang perempuan supaya terpisah dari suaminya serta mengganggu seseorang suami supaya terpisah dari istrinya.

Sebabnya, hadîts rasul–shallallâhu‘ alaihi wa sallam– di atas memungkiri pelakon aksi mengganggu ini dari bagian pemeluk dia, serta ini terbatas bagaikan bahaya berat. Pula para malim’ tadinya, dengan cara sharîh( nyata) mengkategorikannya bagaikan kesalahan besar.( amati Al- Zawâjir bab 2, perihal. 577).

b. Hukum Duniawî

Terdapat 2 hukum duniawi terpaut dengan hadits ini, ialah:

1. Bila terdapat seseorang adam yang mengganggu ikatan seseorang perempuan dari suaminya, kemudian si perempuan itu memohon pecah dari suaminya, serta si suami mengabulkannya, ataupun bila terdapat seseorang adam mengganggu ikatan seseorang perempuan dari suaminya, kemudian si suami marah serta mematahkan istrinya, kemudian si adam yang mengganggu ini menikahi perempuan itu, apakah pernikahannya legal?

Jumhur malim’ beranggapan kalau perkawinan si adam perusak dengan perempuan korban aksi perusakannya merupakan legal. Sebabnya merupakan sebab perempuan itu tidak dengan cara akurat terbatas bagaikan muharramât( wanita- wanita yang diharamkan menurutnya).

Tetapi, malim’ Mâlikiyyah mempunyai opini yang berlainan dengan Jumhur. Mereka beranggapan kalau perkawinan yang terjalin antara seseorang adam perusak dengan perempuan yang sempat jadi korban aksi perusakannya wajib dibatalkan, bagus saat sebelum terjalin hendak berjodoh di antara keduanya ataupun telah terjalin. Alibi Mâlikiyyah dalam perihal ini merupakan:

i. Untuk mempraktikkan hadîts yang jadi amatan kita kali ini.

ii. Supaya tidak jadi anteseden kurang baik untuk timbulnya kasus- kasus lain yang seragam, untuk melindungi kesempurnaan rumah tangga kalangan muslimin.

iii. Perihal ini terbatas dalam jenis kaidah fiqih: man ta’ ajjala syai- an qabla awânihi‘ûqiba bihirmânihi( siapa yang tergesa- gesa memperoleh suatu saat sebelum waktunya, hingga beliau dihukum dengan tidak diperkenankan memperoleh suatu itu). Kaidah ini pada asalnya legal untuk seorang yang melamar dengan perkata sharîh seseorang perempuan yang sedang dalam era iddah( menunggu) sesudah kematian suaminya.( Q. S. Al- Baqarah: 235). Logikanya, bila melamar dengan perkata sharîh kepada seseorang perempuan yang sedang dalam era iddah sebab kematian suaminya saja tidak dibenarkan, sementara itu dalam perihal ini tidak terdapat pandangan peluluhlantahkan yang berdampak terciptanya perpisahan perempuan itu dari suaminya( sebab memanglah suaminya sudah tewas), hingga, bila terdapat seorang yang mengganggu seseorang perempuan yang sedang bersuami, alhasil terwujud perpisahan perempuan itu dari suaminya, ketetapannya pastinya lebih berat dari yang diartikan dalam kaidah fiqih ini. Buat seperti itu, bila hendak terjalin perkawinan antara si adam perusak ikatan dengan perempuan“ korban” aksi perusakannya, hingga, perihal ini wajib dilindungi, serta bila telah bablas terjalin perkawinan di antara keduanya, hingga, perkawinan itu wajib dibatalkan.

Yang lebih menarik lagi dari opini Mâlikiyyah ini merupakan: terdapat beberapa dari malim’ Mâlikiyyah yang beranggapan kalau perempuan“ korban” aksi peluluhlantahkan seseorang adam, jadi tabu selamanya untuk si adam perusak itu.

Perbandingan opini ini kita sebutkan di mari bagaikan peringatan keras untuk siapa saja supaya tidak melaksanakan aksi semacam ini, meski, dengan cara hukum fiqih, opini Jumhur lebih kokoh, hendak namun, opini Mâlikiyyah, butuh kita peruntukan bagaikan cemeti peringatan.

2. Bila terdapat seorang yang melaksanakan aksi ilegal ini, apakah ada beliau butuh memperoleh ganjaran di bumi?

Para malim’ beranggapan kalau aksi ilegal semacam ini, bila terdapat yang melaksanakan, hingga juri berwewenang menjatuhkan ta’ zîr( ganjaran yang ketentuannya diresmikan oleh juri ataupun penguasa) dengan ketentuan tidak melampaui berat 40 cambukan.

Di antara mereka terdapat yang beranggapan, hukumannya merupakan kurungan bui hingga beliau melaporkan insaf ataupun tewas bumi( beberapa pengikut Ajaran Hanafî)

Di antara mereka terdapat yang beranggapan, lumayan diberi cambukan keras saja, diterbitkan perbuatannya, supaya orang cermas darinya serta supaya orang lain mengutip ibrah( beberapa pengikut madzhab Hanbalî). 


Bagikan ke Facebook

Artikel Terkait